KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai
macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa
keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih lagi pada
kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita
capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.
Terima
kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada Guru serta teman-teman
sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moriil maupun materil,
sehingga makalah ini terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.
Kami menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan-kekurangnya, baik dari segi tata bahasa, yang kadangkala hanya menturuti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik dan saran yang membangun untuk lebih menyempurnakan makalah kami.
Harapan
yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang
kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang
lain.
Salaonro, 6 Desember
2012
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar
Masalah
Kependudukan .............................................1
Upaya
Pemecahan Masalah.........................................2
Sistem
Informasi Geografi...........................................3
Sungai..........................................................................5
Air
Terjun....................................................................6
Pelarutan
daan Penguraian..........................................8
MASALAH KEPENDUDUKAN
KUANTITAS PENDUDUK
Beberapa permasalahan yang berkaitan dengan kuantitas
penduduk adalah jumlah penduduk, pertumbuhan penduduk, kepadatan penduduk dan
susunan penduduk.
·
Jumlah penduduk.
Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang besar, berdasarkan perhitungan
pada tahun 2004 indonesia menjadi Negara dengan penduduk terbanyak di asia
tenggara dan urutan ke 4 se dunia. Memiliki penduduk yang banyak bisa
memberikan keuntungan yaitu dengan memberdayakannya untuk meningkatkan
pembangunan akan tetapi nilai negatifnya juga ada, dengan jumlah penduduk yang
besar maka pemerintah mempunyai tanggungan yang besar untuk mensejahterakannya
dan apabila pemerintah tidak mampu maka akan ada peningkatan angka pengangguran
dan kejahatan.
·
Pertumbuhn penduduk.
Berdasarkan sensus tahun 1971-1980 pertumbuhan penduduk Indonesia mencapai
angka 2.32% dan pada tahun 2000 pertumbuhan tersebut menurun hingga mencapai
1.7%, kalau kita lihat angka tersebut sangat kecil bila dibandingkan dengan
Negara-negara tetangga akan tetapi kalau kita melihat pertumbuhan penduduknya
maka tetap besar karena jumlah penduduknya yang sangat besar.
·
Kepadatan penduduk.
Kepadatan penduduk adalah jumlah wilayah dibagi dengan jumlah penduduk,
Indonesia pada tahun 2005 mempunyai rata-rata kepadatan penduduk adalah 116
jiwa/km2, memang bisa dikatakan cukup padat tapi dengan luas wilayah
yang dimiliki Indonesia seharusnya kepadatan penduduk bukan lah masalah.
Kepadatan penduduk menjadi masalah karena tidak tersebar dengan merata, ada
yang kepadatan penduduknya sangat tinggi seperti pulau jawa dan ada juga yang
kepadatannya rendah seperti Kalimantan, hal ini diduga kuat disebabkan oleh
faktor ekonomi.
·
Susunan penduduk.
Susunan penduduk adalah pengelompokan seseorang berdasarkan umur, jenis
kelamin, pekerjaan dan sebagainya, susunan penduduk tersebut dapat digambarkan
dalam bentuk suatu piramida dan disebut piramida penduduk. Piramida merupakan
sebuah bangun ruang yang mempunyai alas lebar dan ujung kerucut, kalau kita
terapkan dalam susunan penduduk berdasarkan pendidikan maka penduduk di
Indonesia mempunyai penduduk yang paling banyak pada jenjang pendidikan rendah.
Kualitas penduduk merupakan pemantauan atas mutu kehidupan penduduk disuatu
Negara. Beberapa faktor yang menunjukan kualitas penduduk ialah tingkat
kesehatan, tingkat pendidikan dan pendapatan per kapita
·
Tingkat kesehatan penduduk.
Kualitas penduduk di suatu Negara tercermin dari tingkat kesehatan
penduduknya. Makin tinggi harapan hidup disuatu Negara, menunjukan bahwa mutu
kesehatan penduduk tersebut makin tinggi pula.Tingkat kesehatan dijadikan
sebagai indikator kualitas penduduk karena kesehatan
merupakan modal manusia yang paling utama, bila penduduk suatu Negara
banyak yang sakit maka pembangunan tidak akan berjalan dengan baik.
·
Tingkat pendidikan.
Tingkat pendidikan dapat diukur dari lamanya pendidikan formal yang
dienyam serta tingkat melek huruf, tingkat pendidikan penduduk indonesia
tergolong rendah.Hal ini disebabkan karena rendahnya kesadaran masyarakat akan
pentingnya pendidikan.
·
Pendapatan per kapita.
Pendapatan perkapita merupakan pendapatan rata-rata penduduk disuatu negara
setiap tahunnya, pendapatan perkapita indonesia sangat rendah bahkan bila di
bandingkan dengan pendapatan per kapita negara berkembang, indonesia terpaut
jauh.
Rendahnya pendapatan perkapita mempengaruhi sektor-sektor lain seperti
rendahnya tingkat pendidikan karena masyarakat tidak mampu membiayai disebabkan
faktor ekonomi yang tidak memadai.
Untuk dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat indonesia maka masalah
kependudukan yang menjadi penghambat harus segera dipecahkan, berikut ini
adalah upaya pemecahan masalah kependudukan.
·
Mengontrol jumlah dan pertumbuhan penduduk.
Untuk mengontrol jumlah dan pertumbuhan penduduk salah satunya yaitu dengan
program Keluarga Berencana (KB) dengan semboyan dua anak saja cukup, dengan
demikian diharapkan setiap anak yang lahir akan bisa terurus dengan baik karena
jumlah anak yang dilahirkan tidak banyak.
·
Pemerataan persebaran penduduk.
Pemerataan penduduk sebenarnya sudah dilakukan sejak jaman belanda yaitu
dengan mengirim penduduk pulau jawa ke sumatra, kalimantan dan pulau-pulau yang
lain untuk menjadi pekerja. Hal seperti ini dilanjutkan pada masa orde baru
dengan nama transmigrasi, ada banyak perbedaan antara masa belanda dengan masa
orde baru, pada masa orde baru orang yang mau transmigrasi di beri tanah,
rumah, di jatah bahan makanan dalam kurun waktu tertentu.
Transmigrasi dilakukan untuk mengurangi kepadatan penduduk dan memberikan
peluang usaha serta pekerjaan bagi masyarakat.
·
Peningkatan pelayanan kesehatan.
Kesehatan adalah modal utama manusia dalam ber daya upaya, oleh karena itu
kesehatan sangat penting dan karena pentingnya tersebut pemerintah mencanangkan
makanan 4 sehat 5 sempurna dan posyandu-posyandu di desa-desa.
Apabila generasi muda indoneseia sehat-sehat maka akan dapat bekerja,
belajar, berkarya dan berjasa buat bangsa.
·
Peningkatan pelayanan pendidikan.
Sekarang ini dunia pendidikan menjadi sorotan seluruh masyarakat
indonesia baik dari segi positif maupun dari segi kontroversinya, lepas dari
itu semua pemerintah sudah berupaya keras untuk meningkatkan pendidikan di
indonesia yaitu dengan memberikan bantuan kepada setiap sekolah dan siswanya.
Serta diselenggarakannya SMP dan SMA terbuka yang di khususkan untuk merekayang
tidak mampu, sekarang pemerintah mencanangkan program 12 WAJAR (wajib belajar).
Erat kaitannya
dengan penduduk di bidang Geografi khususnya di perlukan suatu sistem
informasi. Karena dengan pendekatan yang di lakukan untuk melihat keadaan
penduduk agak sulit untuk mensurvei langsung. Maka dari itu muncullah suatu
Sistem Informasai Geografi. Geografi dalam hal ini di kaitkan dengan teknologi
komputer di mana dalam teknologi ini kita dapan melihat atau memprediksi
keadaan sustu penduduk masyarakat misalnya dapat memprediksi banyaknya orang
dalam suatu rumah atau luas suatu lahan.Adapun pembahasan lebih jelasnya
seperti yang dibawah ini:
Pemanfaatan dan penggunaan lahan merupakan bagian kajian geografi yang
perlu dilakukan dengan penuh pertimbangan dari berbagai segi. Tujuannya adalah
untuk menentukan zonifikasi lahan yang sesuai dengan karakteristik lahan yang
ada. Misalnya, wilayah pemanfaatan lahan di kota biasanya dibagi menjadi daerah
pemukiman, industri, perdagangan, perkantoran, fasilitas umum,dan jalur hijau.
SIG dapat membantu pembuatan perencanaan masing-masing wilayah tersebut dan
hasilnya dapat digunakan sebagai acuan untuk pembangunanutilitas-utilitas yang
diperlukan. Lokasi dari utilitas-utilitas yang akan dibangun di daerah
perkotaan (urban) perlu dipertimbangkan agar efektif dan tidak melanggar
kriteria-kriteria tertentuyang bisa menyebabkan ketidakselarasan. Contohnya,
pembangunan tempat sampah. Kriteria-kriteria yang bisa dijadikan parameter
antara lain: di luar area pemukiman, berada dalam radius 10 meter dari genangan
air, berjarak 5 meter dari jalan raya, dan sebagainya. Dengan kemampuan SIG
yang bisa memetakan apa yang ada di luar dan di dalam suatu area,
kriteria-kriteriaini nanti digabungkan sehingga memunculkan irisan daerah yang
tidak sesuai, agak sesuai, dan sangat sesuai dengan seluruh kriteria. Di daerah
pedesaan (rural) manajemen tata guna lahan lebih banyak mengarah ke sektor
pertanian. Dengan terpetakannya curah hujan, iklim, kondisitanah, ketinggian,
dan keadaan alam, akan membantu penentuan lokasi tanaman, pupuk yang dipakai,
dan bagaimana proses pengolahan lahannya. Pembangunan saluran irigasi agar
dapat merata dan minimal biayanya dapat dibantu dengan peta sawah ladang, peta
pemukiman penduduk, ketinggian masing-masing tempat dan peta kondisi tanah.
Penentuan lokasi gudang dan pemasaran hasil pertanian dapat terbantu dengan
memanfaatkan peta produksi pangan, penyebarankonsumen, dan peta jaringan
transportasi. Selain untuk manajemen pemanfaatan lahan, SIG juga dapat membantu
dalam hal penataan ruang. Tujuannya adalah agar penentuan pola pemanfaatan
ruang disesuaikan dengan kondisi fisik dan sosial yang ada, sehingga lebih
efektif dan efisien. Misalnya penataan ruang perkotaan, pedesaan,
permukiman,kawasan industri, dan lainnya.
Inventarisasi sumber daya alam
Secara sederhana manfaat SIG dalam data kekayaan sumber daya alamialah
sebagai berikut:
- Untuk mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam, misalnya minyak bumi, batubara, emas, besi dan barang tambang lainnya.
- Untuk mengetahui persebaran kawasan lahan, misalnya:
- Kawasan lahan potensial dan lahan kritis;
- Kawasan hutan yang masih baik dan hutan rusak;
- Kawasan lahan pertanian dan perkebunan;
- Pemanfaatan perubahan penggunaan lahan;
- Rehabilitasi dan konservasi lahan.
Untuk pengawasan daerah bencana alam
Kemampuan SIG untuk pengawasan daerah bencana alam, misalnya:
- Memantau luas wilayah bencana alam;
- Pencegahan terjadinya bencana alam pada masa datang;
- Menyusun rencana-rencana pembangunan kembali daerah bencana;
- Penentuan tingkat bahaya erosi;
- Prediksi ketinggian banjir;
- Prediksi tingkat kekeringan.
Bidang sosial
Selain dalam inventarisasi sumber daya alam dan perencanaan pola
pembangunan, SIG juga dapat dimanfaatkan dalam bidang sosial. Dalam
bidangsosial SIG dapat dimanfaatkan pada hal-hal berikut:
- Mengetahui potensi dan persebaran penduduk.
- Mengetahui luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya.
- Untuk pendataan dan pengembangan jaringan transportasi.
- Untuk pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan.
- Untuk pendataan dan pengembangan permukiman penduduk, kawasan industri, sekolah, rumah sakit, sarana hiburan dan rekreasi serta perkantoran.
Peranan Sungai sebagai Tenaga dan Proses Geomorfologi

•
Erosi (menurut kamus) = kikis
•
Adalah proses pengambilan dan pemindahan material
batuan oleh AIR MENGALIR à…àdiendapkan
1. Splash
Erosion
disebut
EROSI
PERCIK HUJAN
Faktor-faktor
yang menentukan besar kecilnya erosi percikan antara lain:
•
Diameter butiran air hujan yang jatuh
•
Tingkat tutupan vegetasi
•
Kemiringan lereng
•
Tingkat kekerasan dan kekompakan batuan
2. Sheet
erosion
Air hujan yang jatuh ke permukaan bumi sebagian akan meresap ke
dalam tanah dan sebagian lagi akan mengalir sebagai limpasan (overland
flow). Air limpasan yang tipis melebar dan mengalir akan melepaskan
material permukaan bumi di seluruh permukaan terbuka disebut EROSI LEMBAR (sheet
erosion)
3. Rill Erosion
•
Air limpasan akan terkonsentrasi
memben-tuk aliran linier hingga dapat menghasilkan bentuk = EROSI ALUR
•
Kekuatan mengikis cenderung ke bawah atau ke dasar
alur sungai;
4. Gully
Erosion
5. Beberapa
alur telah menyatu; mengalir pada lereng yang terjal membentuk erosi parit (gully
erosion).
6. = EROSI PARIT
7. Mulai menunjukkan adanya lembah
berbentuk V dengan lereng di kiri kanan yang terjal.
5.
Streambank Erosion
•
Mengalir
di dasar LEMBAH INDUK. Di bagian tengah dan atau muara sungai.
•
Erosi
cenderung lateral (horisontal) à TEBING
•
Mulai
ada pengendapan di kiri/kanan tubuh air.
•
Berbentuk
“BRAIDED”; atau
•
Membentuk
“MEANDER”. Contoh : Lembah Jeneberang dilihat dari Pesanggrahan Malino ke
Barat

AIR TERJUN
•
Pada
Verhang Besar à AIR TERJUN
•
Air terjun (waterfall), jeram
•
air mengalir yang jatuh terjadi pada verhang yang
maksimal, yaitu pada pengaliran dengan beda tinggi yang besar dan jarak
horizontal (mendatar) yang minimal.
•
Berdasarkan “faktor
penyebab” terjadinya verhang yang besar, A.K. Lobeck (1939: 196) membedakan air terjun atas 12 tipe
•
Air Terjun Takappala, Malino

PENGALIRAN JALIN-MENJALIN
(BRAIDED STREAM)
Pengaliran
jalin-menjalin; jalinan seperti jala; adalah pengaliran
yang saling memisah (terpecah-pecah) oleh “darat” atas beberapa alur dan
saling bertemu untuk kemudian terpisah lagi dan bertemu lagi; suatu
jalinan-jalinan pengaliran kecil di dasar sebuah palung sungai yang lebar;
yaitu pengaliran pada palung-palung di dataran banjir (flood plain).
Braided Stream; sungai mengalir bersilang-siur pada dataran
banjir
![]() |
PENGALIRAN JALIN-MENJALIN
(BRAIDED STREAM)
(A)
(B)




MEANDER
•
Istilah meander
diambil dari nama Sungai Maindros di Asia Kecil yang bentuk
pengalirannya berkelok-kelok.
•
Suatu sungai barulah
disebut bermeander jika sungai itu memperlihatkan lengkungan tikungan-tikungan ke kanan dan ke kiri yang hampir
berturut-turut dan teratur, paling sedikit sudut sebesar
1800, yang seluruhnya merupakan daerah meander.
Meander Bebas, Meander Sempurna, dapat terbentuk
jika:
- muka air pengaliran rata-rata telah mendekati batas erosi (sementara / umum);
- pengaliran berlangsung di atas dataran endapannya sendiri;
- material endapan relatif homogen;
- erosi sungai dominan erosi lateral (erosi ke samping);
- erosi dan pengendapan sebanding (seimbang)
- terdapat pengaruh pasang-surut air laut terhadap muka air sungai.
POLUSI AIR SUNGAI

Pelarutan Dan Penguraian
Air hujan (H2O) + Gas Asam
arang (CO2) dari udara/tumbuhan melarutkan Batu Gamping (CaCO3)
menjadi cairan larutan Karbon dioksida (Ca(HCO3)2
Bentuk awal hasil corrosi (Pelarutan)



“Polje”
“Ngarai=Canyon”


“Bibir Raksasa”
“Stalaktik”

”Stalakmit”
Kesimpulan:
Pada masalah kependudukan di temukan
banyak hal yang menjadi masalah saat ini yang sangat menonjol adalah adanya
pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi hal ini akan menyebabkan dampak yang
buruk karena tidak di sertai dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
Sehingga pemerintah harus lebih konsisten untuk melakukan upaya agara terjadi
pemeratan penduduk fdan juga di dorong olah adanya kesadaran langsung dari diri
sendiri. Kemuadi dengan adanya sistem informasi geografi itu akan lebih
membantu dalam hal mensurvai suatu penduduk masyarakat. Selanjutnya beralih ke
masalah sungai dan air terjun semua ani adalah keindahan alam yang harus kita
jaga dan rawat jangan sampai rusak dan akan membahayakan diri kita sendiri.
LAPORAN
(HASIL
PENELITIAN GEOGRAFI)
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
KELOMPOK
2
KETUA:
ANDI NURMALA DEWI
ANGGOTA:
*ITA
PURNAMA SARI * MARIOSA RUSTAM *NURHIKMAH
*ASPIANI *INAYAH SAUFIKA * ST.FATIMAH
*NURHALIMAH *FITRI WAHYUNI *KASMIRA
XI.IS.K
SMA
NEGERI 1 LILIRIAJA
TAHUN
PELAJARAN 2012/2013
0 komentar:
Posting Komentar