topbella

Senin, 17 Juni 2013

Hasil Penelitian

KATA PENGANTAR

       Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih  lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.


      Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada  Guru serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moriil maupun materil, sehingga makalah ini terselesaikan  dalam waktu yang telah ditentukan.

Kami menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan-kekurangnya, baik dari segi tata bahasa, yang kadangkala hanya  menturuti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik dan saran  yang membangun untuk lebih menyempurnakan makalah kami.
      Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain.





                                                                                                          Salaonro, 6 Desember 2012
                                                                                                                           Penyusun









DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Masalah Kependudukan .............................................1
Upaya Pemecahan Masalah.........................................2
Sistem Informasi Geografi...........................................3
Sungai..........................................................................5
Air Terjun....................................................................6
Pelarutan daan Penguraian..........................................8



















MASALAH KEPENDUDUKAN
KUANTITAS PENDUDUK
Beberapa permasalahan yang berkaitan dengan kuantitas penduduk adalah jumlah penduduk, pertumbuhan penduduk, kepadatan penduduk dan susunan penduduk.
·         Jumlah penduduk.
Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang besar, berdasarkan perhitungan pada tahun 2004 indonesia menjadi Negara dengan penduduk terbanyak di asia tenggara dan urutan ke 4 se dunia. Memiliki penduduk yang banyak bisa memberikan keuntungan yaitu dengan memberdayakannya untuk meningkatkan pembangunan akan tetapi nilai negatifnya juga ada, dengan jumlah penduduk yang besar maka pemerintah mempunyai tanggungan yang besar untuk mensejahterakannya dan apabila pemerintah tidak mampu maka akan ada peningkatan angka pengangguran dan kejahatan.

·         Pertumbuhn penduduk.
Berdasarkan sensus tahun 1971-1980 pertumbuhan penduduk Indonesia mencapai angka 2.32% dan pada tahun 2000 pertumbuhan tersebut menurun hingga mencapai 1.7%, kalau kita lihat angka tersebut sangat kecil bila dibandingkan dengan Negara-negara tetangga akan tetapi kalau kita melihat pertumbuhan penduduknya maka tetap besar karena jumlah penduduknya yang sangat besar.

·         Kepadatan penduduk.
Kepadatan penduduk adalah jumlah wilayah dibagi dengan jumlah penduduk, Indonesia pada tahun 2005 mempunyai rata-rata kepadatan penduduk adalah 116 jiwa/km2, memang bisa dikatakan cukup padat tapi dengan luas wilayah yang dimiliki Indonesia seharusnya kepadatan penduduk bukan lah masalah.
Kepadatan penduduk menjadi masalah karena tidak tersebar dengan merata, ada yang kepadatan penduduknya sangat tinggi seperti pulau jawa dan ada juga yang kepadatannya rendah seperti Kalimantan, hal ini diduga kuat disebabkan oleh faktor ekonomi.

·         Susunan penduduk.
Susunan penduduk adalah pengelompokan seseorang berdasarkan umur, jenis kelamin, pekerjaan dan sebagainya, susunan penduduk tersebut dapat digambarkan dalam bentuk suatu piramida dan disebut piramida penduduk. Piramida merupakan sebuah bangun ruang yang mempunyai alas lebar dan ujung kerucut, kalau kita terapkan dalam susunan penduduk berdasarkan pendidikan maka penduduk di Indonesia mempunyai penduduk yang paling banyak pada jenjang pendidikan rendah.


Kualitas penduduk merupakan pemantauan atas mutu kehidupan penduduk disuatu Negara. Beberapa faktor yang menunjukan kualitas penduduk ialah tingkat kesehatan, tingkat pendidikan dan pendapatan per kapita
·         Tingkat kesehatan penduduk.
Kualitas penduduk di suatu Negara tercermin dari tingkat kesehatan penduduknya. Makin tinggi harapan hidup disuatu Negara, menunjukan bahwa mutu kesehatan penduduk tersebut makin tinggi pula.Tingkat kesehatan dijadikan sebagai indikator kualitas penduduk karena kesehatan
merupakan modal manusia yang paling utama, bila penduduk suatu Negara banyak yang sakit maka pembangunan tidak akan berjalan dengan baik.

·         Tingkat pendidikan.
Tingkat pendidikan dapat  diukur dari lamanya pendidikan formal yang dienyam serta tingkat melek huruf, tingkat pendidikan penduduk indonesia tergolong rendah.Hal ini disebabkan karena rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.

·         Pendapatan per kapita.
Pendapatan perkapita merupakan pendapatan rata-rata penduduk disuatu negara setiap tahunnya, pendapatan perkapita indonesia sangat rendah bahkan bila di bandingkan dengan pendapatan per kapita negara berkembang, indonesia terpaut jauh.
Rendahnya pendapatan perkapita mempengaruhi sektor-sektor lain seperti rendahnya tingkat pendidikan karena masyarakat tidak mampu membiayai disebabkan faktor ekonomi yang tidak memadai.




Untuk dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat indonesia maka masalah kependudukan yang menjadi penghambat harus segera dipecahkan, berikut ini adalah upaya pemecahan masalah kependudukan.

·         Mengontrol jumlah dan pertumbuhan penduduk.
Untuk mengontrol jumlah dan pertumbuhan penduduk salah satunya yaitu dengan program Keluarga Berencana (KB) dengan semboyan dua anak saja cukup, dengan demikian diharapkan setiap anak yang lahir akan bisa terurus dengan baik karena jumlah anak yang dilahirkan tidak banyak.

·         Pemerataan persebaran penduduk.
Pemerataan penduduk sebenarnya sudah dilakukan sejak jaman belanda yaitu dengan mengirim penduduk pulau jawa ke sumatra, kalimantan dan pulau-pulau yang lain untuk menjadi pekerja. Hal seperti ini dilanjutkan pada masa orde baru dengan nama transmigrasi, ada banyak perbedaan antara masa belanda dengan masa orde baru, pada masa orde baru orang yang mau transmigrasi di beri tanah, rumah, di jatah bahan makanan dalam kurun waktu tertentu.
Transmigrasi dilakukan untuk mengurangi kepadatan penduduk dan memberikan peluang usaha serta pekerjaan bagi masyarakat.

·         Peningkatan pelayanan kesehatan.
Kesehatan adalah modal utama manusia dalam ber daya upaya, oleh karena itu kesehatan sangat penting dan karena pentingnya tersebut pemerintah mencanangkan makanan 4 sehat 5 sempurna dan posyandu-posyandu di desa-desa.
Apabila generasi muda indoneseia sehat-sehat maka akan dapat bekerja, belajar, berkarya dan berjasa buat bangsa.

·         Peningkatan pelayanan pendidikan.
     Sekarang ini dunia pendidikan menjadi sorotan seluruh masyarakat indonesia baik dari segi positif maupun dari segi kontroversinya, lepas dari itu semua pemerintah sudah berupaya keras untuk meningkatkan pendidikan di indonesia yaitu dengan memberikan bantuan kepada setiap sekolah dan siswanya. Serta diselenggarakannya SMP dan SMA terbuka yang di khususkan untuk merekayang tidak mampu, sekarang pemerintah mencanangkan program 12 WAJAR (wajib belajar).
    


















      Erat kaitannya dengan penduduk di bidang Geografi khususnya di perlukan suatu sistem informasi. Karena dengan pendekatan yang di lakukan untuk melihat keadaan penduduk agak sulit untuk mensurvei langsung. Maka dari itu muncullah suatu Sistem Informasai Geografi. Geografi dalam hal ini di kaitkan dengan teknologi komputer di mana dalam teknologi ini kita dapan melihat atau memprediksi keadaan sustu penduduk masyarakat misalnya dapat memprediksi banyaknya orang dalam suatu rumah atau luas suatu lahan.Adapun pembahasan lebih jelasnya seperti yang dibawah ini:










Pemanfaatan dan penggunaan lahan merupakan bagian kajian geografi yang perlu dilakukan dengan penuh pertimbangan dari berbagai segi. Tujuannya adalah untuk menentukan zonifikasi lahan yang sesuai dengan karakteristik lahan yang ada. Misalnya, wilayah pemanfaatan lahan di kota biasanya dibagi menjadi daerah pemukiman, industri, perdagangan, perkantoran, fasilitas umum,dan jalur hijau. SIG dapat membantu pembuatan perencanaan masing-masing wilayah tersebut dan hasilnya dapat digunakan sebagai acuan untuk pembangunanutilitas-utilitas yang diperlukan. Lokasi dari utilitas-utilitas yang akan dibangun di daerah perkotaan (urban) perlu dipertimbangkan agar efektif dan tidak melanggar kriteria-kriteria tertentuyang bisa menyebabkan ketidakselarasan. Contohnya, pembangunan tempat sampah. Kriteria-kriteria yang bisa dijadikan parameter antara lain: di luar area pemukiman, berada dalam radius 10 meter dari genangan air, berjarak 5 meter dari jalan raya, dan sebagainya. Dengan kemampuan SIG yang bisa memetakan apa yang ada di luar dan di dalam suatu area, kriteria-kriteriaini nanti digabungkan sehingga memunculkan irisan daerah yang tidak sesuai, agak sesuai, dan sangat sesuai dengan seluruh kriteria. Di daerah pedesaan (rural) manajemen tata guna lahan lebih banyak mengarah ke sektor pertanian. Dengan terpetakannya curah hujan, iklim, kondisitanah, ketinggian, dan keadaan alam, akan membantu penentuan lokasi tanaman, pupuk yang dipakai, dan bagaimana proses pengolahan lahannya. Pembangunan saluran irigasi agar dapat merata dan minimal biayanya dapat dibantu dengan peta sawah ladang, peta pemukiman penduduk, ketinggian masing-masing tempat dan peta kondisi tanah. Penentuan lokasi gudang dan pemasaran hasil pertanian dapat terbantu dengan memanfaatkan peta produksi pangan, penyebarankonsumen, dan peta jaringan transportasi. Selain untuk manajemen pemanfaatan lahan, SIG juga dapat membantu dalam hal penataan ruang. Tujuannya adalah agar penentuan pola pemanfaatan ruang disesuaikan dengan kondisi fisik dan sosial yang ada, sehingga lebih efektif dan efisien. Misalnya penataan ruang perkotaan, pedesaan, permukiman,kawasan industri, dan lainnya.












Inventarisasi sumber daya alam
Secara sederhana manfaat SIG dalam data kekayaan sumber daya alamialah sebagai berikut:
  • Untuk mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam, misalnya minyak bumi, batubara, emas, besi dan barang tambang lainnya.
  • Untuk mengetahui persebaran kawasan lahan, misalnya:
  • Kawasan lahan potensial dan lahan kritis;
  • Kawasan hutan yang masih baik dan hutan rusak;
  • Kawasan lahan pertanian dan perkebunan;
  • Pemanfaatan perubahan penggunaan lahan;
  • Rehabilitasi dan konservasi lahan.

Untuk pengawasan daerah bencana alam
Kemampuan SIG untuk pengawasan daerah bencana alam, misalnya:
  • Memantau luas wilayah bencana alam;
  • Pencegahan terjadinya bencana alam pada masa datang;
  • Menyusun rencana-rencana pembangunan kembali daerah bencana;
  • Penentuan tingkat bahaya erosi;
  • Prediksi ketinggian banjir;
  • Prediksi tingkat kekeringan.

Bidang sosial
Selain dalam inventarisasi sumber daya alam dan perencanaan pola pembangunan, SIG juga dapat dimanfaatkan dalam bidang sosial. Dalam bidangsosial SIG dapat dimanfaatkan pada hal-hal berikut:
  • Mengetahui potensi dan persebaran penduduk.
  • Mengetahui luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya.
  • Untuk pendataan dan pengembangan jaringan transportasi.
  • Untuk pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan.
  • Untuk pendataan dan pengembangan permukiman penduduk, kawasan industri, sekolah, rumah sakit, sarana hiburan dan rekreasi serta perkantoran.












Peranan Sungai sebagai Tenaga dan Proses Geomorfologi


         Erosi (menurut kamus) = kikis
         Adalah proses pengambilan dan pemindahan material batuan oleh AIR MENGALIR ààdiendapkan
1.      Splash Erosion
  disebut EROSI PERCIK HUJAN
Faktor-faktor yang menentukan besar kecilnya erosi percikan antara lain:
         Diameter butiran air hujan yang jatuh
         Tingkat tutupan vegetasi
         Kemiringan lereng
         Tingkat kekerasan dan kekompakan batuan
2.      Sheet erosion

Air hujan yang jatuh ke permukaan bumi sebagian akan meresap ke dalam tanah dan sebagian lagi akan mengalir sebagai limpasan (overland flow). Air limpasan yang tipis melebar dan mengalir akan melepaskan material permukaan bumi di seluruh permukaan terbuka disebut EROSI LEMBAR (sheet erosion)
3.      Rill Erosion

         Air limpasan akan terkonsentrasi memben-tuk aliran linier hingga dapat menghasilkan bentuk = EROSI ALUR
         Kekuatan mengikis cenderung ke bawah atau ke dasar alur sungai;
4.      Gully Erosion
5.      Beberapa alur telah menyatu; mengalir pada lereng yang terjal membentuk erosi parit (gully erosion).
6.         = EROSI PARIT
7.      Mulai menunjukkan adanya lembah berbentuk V dengan lereng di kiri kanan yang terjal.

5. Streambank Erosion


         Mengalir di dasar LEMBAH INDUK. Di bagian tengah dan atau muara sungai.
         Erosi cenderung lateral (horisontal) à TEBING
         Mulai ada pengendapan di kiri/kanan tubuh air.
         Berbentuk “BRAIDED”; atau
         Membentuk “MEANDER”. Contoh : Lembah Jeneberang dilihat dari Pesanggrahan Malino ke Barat
msoB89DD


AIR TERJUN
         Pada Verhang Besar à AIR TERJUN
         Air terjun (waterfall), jeram
         air mengalir yang jatuh terjadi pada verhang yang maksimal, yaitu pada pengaliran dengan beda tinggi yang besar dan jarak horizontal (mendatar) yang minimal.
          Berdasarkan “faktor penyebab” terjadinya verhang yang besar, A.K. Lobeck  (1939: 196) membedakan air terjun atas 12 tipe
         head1Air Terjun Takappala, Malino






PENGALIRAN JALIN-MENJALIN (BRAIDED STREAM)
   Pengaliran jalin-menjalin; jalinan seperti jala; adalah pengaliran yang saling memisah (terpecah-pecah) oleh “darat” atas beberapa alur dan saling bertemu untuk kemudian terpisah lagi dan bertemu lagi; suatu jalinan-jalinan pengaliran kecil di dasar sebuah palung sungai yang lebar; yaitu pengaliran pada palung-palung di dataran banjir (flood plain).
Braided Stream; sungai mengalir bersilang-siur pada dataran banjir


geolit4
 






PENGALIRAN JALIN-MENJALIN (BRAIDED STREAM)
(A)     (B)    
            =Endapan dataran banjir (flood plain)




MEANDER
         Istilah meander diambil dari nama Sungai Maindros di Asia Kecil yang bentuk pengalirannya berkelok-kelok.
         Suatu sungai barulah disebut bermeander jika sungai itu memperlihatkan lengkungan tikungan-tikungan ke kanan dan ke kiri yang hampir berturut-turut dan teratur, paling sedikit sudut sebesar 1800, yang seluruhnya merupakan daerah meander.
Meander Bebas, Meander Sempurna, dapat terbentuk jika:
  1. muka air pengaliran rata-rata telah mendekati batas erosi (sementara / umum);
  2. pengaliran berlangsung di atas dataran endapannya sendiri;
  3. material endapan relatif homogen;
  4. erosi sungai dominan erosi lateral (erosi ke samping);
  5. erosi dan pengendapan sebanding (seimbang)
  6. terdapat pengaruh pasang-surut air laut terhadap muka air sungai.
POLUSI AIR SUNGAI

hydro-cycle
Pelarutan Dan Penguraian
Air hujan (H2O) + Gas Asam arang (CO2) dari udara/tumbuhan melarutkan Batu Gamping (CaCO3) menjadi cairan larutan Karbon dioksida (Ca(HCO3)2
Bentuk awal hasil corrosi (Pelarutan)
geokarst6     geokarst9
“Polje”                                                             “Ngarai=Canyon”


geokarst21                   geokarst24  
Bibir Raksasa”                                                               “Stalaktik”
geokarst35 
”Stalakmit”


Kesimpulan:
Pada masalah kependudukan di temukan banyak hal yang menjadi masalah saat ini yang sangat menonjol adalah adanya pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi hal ini akan menyebabkan dampak yang buruk karena tidak di sertai dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. Sehingga pemerintah harus lebih konsisten untuk melakukan upaya agara terjadi pemeratan penduduk fdan juga di dorong olah adanya kesadaran langsung dari diri sendiri. Kemuadi dengan adanya sistem informasi geografi itu akan lebih membantu dalam hal mensurvai suatu penduduk masyarakat. Selanjutnya beralih ke masalah sungai dan air terjun semua ani adalah keindahan alam yang harus kita jaga dan rawat jangan sampai rusak dan akan membahayakan diri kita sendiri.



LAPORAN
(HASIL PENELITIAN GEOGRAFI)
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
KELOMPOK 2
KETUA:
ANDI NURMALA DEWI
ANGGOTA:
*ITA PURNAMA SARI   * MARIOSA RUSTAM    *NURHIKMAH 
*ASPIANI  *INAYAH SAUFIKA * ST.FATIMAH
*NURHALIMAH   *FITRI WAHYUNI   *KASMIRA
XI.IS.K
SMA NEGERI 1 LILIRIAJA
TAHUN PELAJARAN 2012/2013
 


0 komentar:

Poskan Komentar

Mengenai Saya